BAYANGAN MIMPI

Punahnya mimpi yang hendak kuraih.. rindu,, terlalu rindu aku dengan kehadiranmu yang selalu menyapa malam²ku. Mengapa datangmu cuma sekejap, disaat kucoba untuk memulakan bicara, engkau hilang. Dan aku kembali penasaran,, siapakah engkau,?

Yang pergi begitu saja, hingga terbitnya sang mentari, namun aku masih dibelengu rasa rindu yang menebal pada mimpi, yang datang cuma dimalam hari.
Duhai bayang, hadirlah sekali lagi didalam lenaku, agar dapat terjawab segala penasaranku terhadapmu
#syairMALAM

SUDAH TERLAMBAT

Saat saat dia berharap padamu
Kau seakan membisu
Saat saat dia nenanggung rindu
Kau seakan menjauh
Saat saat dia memerlukanmu
Kau tidak pernah ada

Tapi..

Bila disuatu saat yang lain pula
Kau sibuk mencarinya
Dengan alasan sekadar merisik khabar
Sedangkan itu hanya mainanmu
Bukan sekali kau buat begitu padanya

Namun sebagai manusia
Dia juga punya hati dan perasaan
Dia kau jadikan seperti boneka
Bila saat kau memerlukan dia kau sentuh
Dan bila tidak kau perlukan dia kau buang jauh

Kini..

Dia jangan kau cari
Walaupun cuma dalam mimpi
Jangan sesekali kau menjelma lagi
Sudah terlambat untuk kau kembali
Dia kini sudah punya pengganti
Yang lebih baik dan sejati.

RATAPANKU

Aku..
Tak menduga, bahawa ini kan terjadi dalam hidupku,
Kemanisan, yang kuharap, berakhir dengan kepahitan, apakah ini sudah suratan yang harus aku jalani, bersendirian..

Biar kucari dia yang sepertimu,
Biar ku dapat, dia yang mirip wajahmu,
Namun tak mungkin, bisa aku temui,
Dia yang seluhur dirimu,
Dia yang sebaik sifatmu..

Aku..
Tak percaya bahawa tuhan, lebih menyayangi dirimu, tak tergambar kesedihan, bila engkau pergi dariku,
Kenyataan ini terlalu perit untuk ku terima,
Ku kehilanganmu..

Tiada lagi gurau senda tawamu,
Tak kudengar lagi suaramu yang merdu,
Entah dimana kan kubawa hati ini kekasih,
Bila tiada dirimu,
bila tiada cintamu..

DIMANAKAH DIA

Kucari kemana mana dia yang kudamba dalam diamku. Perih dan sesaknya dada nenanggung rindu.
Hingga tak kusadari jatuh air mataku. Memang tak sewajarnya aku berharap melayari mimpi disiang hari . Membayangkan saat2 indah bersamanya.

Namun itu takkan pernah terjadi dialam nyata, hanya berlegar di ruangan mimpi, dan menenggelamkan aku hingga larut kedasarnya.
Terlalu sukar untukku lupakan.

Dimanakah dia,,
Mengapa dibiarkan aku tercari cari sendiri,
bertanya tanya merisik khabar.
Dan rasa ini ridak sedetikpun ingin menghindar dari jiwaku yang semakin tersasar..

HANYA SEBATAS TEMAN

Teman..
Aku keliru dengan sebuah rasa yang baru muncul dalam hatiku. Bahkan aku tak menyadari, sejak bila ia hadir mengetuk hati.
Ku sadari dan ku cuba untuk tidak mau melayani rasa yang tiba-tiba ini.
Kerana, ku tau aku bukan siapa-siapa bagimu.
Aku tidak lain hanyalah sebatas teman.
Ya.. hanya sebatas teman, teman disaat kau dalam keadaan sedih, teman dalam keadaan payahmu, juga teman saat kau mula menemukan pasangan hidupmu.
Munkin..
Aku hanya sebahagian dari mereka-mereka yang bakal kau lupakan.
Teman, kadang aku terfikir sejenak, Bengapa harus ada rasa yang aku sendiri tidak begitu pasti.
Aku mau melupakan dan mengabaikan rasa ini, seandainya aku mampu.
Karna disaat dan ketika aku dekat denganmu, pasti ada sesuatu yang mencurigakan. Memang sangat bersalah aku padamu teman, seharusnya, bila kau sudah punya teman hidup, aku perlu pergi dari pandanganmu,
Pergi dari lingkungan kau dan dia..

Seandainya saja ku mampu melupakanmu dan persahabatan yang terjalin antara kita.

@sb

ENGKAU SI PEMILIK DERITA

Ada keindahan disebalik renunganmu.
Bola matamu yang berkaca menimbulkan tanda tanya derita apakah yang cuba kau selindungi, raut wajahmu tampak begitu tenang, setenang air dikali.

Ada garis duka disebalik senyummu. Walau kau cuba menahannya. Walau kau berusaha melindunginya, pada mata mereka² yang jahil, memang tak peka. Seakan, apa yang mereka lihat didirimu, itulah dirimu, sebahagia itulah dirimu.

Ya.. itulah pandangan kasar mereka terhadapmu. Kau tampak begitu ceria, bahagia, seperti tiada keperitan yang terpamir diwajahmu.

Engkau lah pemilik duka dan derita .
Saat semua sedang tertawa dan bahagia..

CERITA LAMA

Engkaukah itu, saat tiba-tiba ku terpandang dari jarak yang sangat jauh.

Terpana..
ku sejenak, merenung kembali pada cerita yang sudah lama berlalu, saat kita bergelar sahabat.

Engkaukah yang disana, seperti tidak mengingati apa-apa, berjalan beriringan dengan seorang dara.

Aku terpana lagi untuk sekian kalinya, makin dekat menghampiri aku. Benar.. engkaulah itu, raut wajahmu tetap tenang seperti dulu.

Ah.. Mengapa aku harus mengenangmu lagi, engkau adalah ceritaku yang lama
Sedang kini, kita bagaikan tidak saling mengenali.